Cara Mengkonfigurasi File Server
Assalamu'alaikum...
Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas mengenai cara mengkonfigurasi File Server. Sebelum ke materi, saya ingin mejelaskan sedikit apa itu File Server. Disimak yaa...
Apa itu File Server??
FSRM merupakan singkatan dari File server Resource Manager adalah sebuah fitur yang harus diaktifkan pada server windows yang mempunyai fungsi memanajemeni dan mengelola kuantitas dan type file yang terdapat pada server. Fitur ini diaktifkan agar banyak data yang terdapat pada server bisa ditentukan jenis file yang akan disimpan.
saya akan menjelaskan cara mengkonfigurasi File Server, berikut ini merupakan langkah-langkahnya.
Langkah-langkah konfigurasi :
1. Langkah pertama buatlah DHCP nya terlebih dahulu, bisa dilihat nya blog cara membuat DHCP. Menggunakan windows 2012 dan windows 2010.
2. Selanjutnya, buka Server Manager lalu klik Manage, kemudian klik Add Roles and Features untuk menambahkan rule dan fitur yang baru.
3. Setelah itu, pilih Role-based or feature-based installation untuk konfigurasi single server, lalu klik Next saja.
4. Pada bagian Server Selection klik Select a server from the server pool, lalu klik nama server yang akan dijadikan untuk menginstal FSRM, cek ip-nya kemudian klik Next.
5. Selanjutnya pada bagian Server Roles scroll ke bawah saja lalu klik File and Storage Services, lalu klik File and iSCSI services kemudian pilih File Server Resource Manager lalu klik Next.
6. Nanti akan muncul pop up Add Roles and Features Wizard lalu klik Add Features untuk menambahkan fitur baru FSRM.
7. Selanjutnya pada pemilihan fitur, klik Next saja karena tidak ada fitur yang harus ditambahkan pada server FSRM.
8. Lalu beri tanda ceklis Restart the destination server automatically if required, jika ingin merestart secara otomatis ketika FSRM sudah selesai di install kemudian pilih install.
9. gambar dibawah ini merupakan proses instalasi FSRM sudah selesai, klik Close.
Dengan menggunakan FSRM kita bisa mengcreate quota dari drive, berlaku juga untuk sub folder.
Quota terbagi 2 yaitu hard quota dan soft quota.
j.) Klik tombol folder yang ada pada client, kemudian masukkan ip server dengan mengisi address bar :\\172.16.30.1 kemudian tekan enter.
Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas mengenai cara mengkonfigurasi File Server. Sebelum ke materi, saya ingin mejelaskan sedikit apa itu File Server. Disimak yaa...
Apa itu File Server??
FSRM merupakan singkatan dari File server Resource Manager adalah sebuah fitur yang harus diaktifkan pada server windows yang mempunyai fungsi memanajemeni dan mengelola kuantitas dan type file yang terdapat pada server. Fitur ini diaktifkan agar banyak data yang terdapat pada server bisa ditentukan jenis file yang akan disimpan.
saya akan menjelaskan cara mengkonfigurasi File Server, berikut ini merupakan langkah-langkahnya.
Langkah-langkah konfigurasi :
1. Langkah pertama buatlah DHCP nya terlebih dahulu, bisa dilihat nya blog cara membuat DHCP. Menggunakan windows 2012 dan windows 2010.
2. Selanjutnya, buka Server Manager lalu klik Manage, kemudian klik Add Roles and Features untuk menambahkan rule dan fitur yang baru.
3. Setelah itu, pilih Role-based or feature-based installation untuk konfigurasi single server, lalu klik Next saja.
5. Selanjutnya pada bagian Server Roles scroll ke bawah saja lalu klik File and Storage Services, lalu klik File and iSCSI services kemudian pilih File Server Resource Manager lalu klik Next.
6. Nanti akan muncul pop up Add Roles and Features Wizard lalu klik Add Features untuk menambahkan fitur baru FSRM.
7. Selanjutnya pada pemilihan fitur, klik Next saja karena tidak ada fitur yang harus ditambahkan pada server FSRM.
8. Lalu beri tanda ceklis Restart the destination server automatically if required, jika ingin merestart secara otomatis ketika FSRM sudah selesai di install kemudian pilih install.
9. gambar dibawah ini merupakan proses instalasi FSRM sudah selesai, klik Close.
- Konfigurasi Quota
Dengan menggunakan FSRM kita bisa mengcreate quota dari drive, berlaku juga untuk sub folder.
Quota terbagi 2 yaitu hard quota dan soft quota.
- Hard quota digunakan jika data sudah terpenuhi maka akan ada notifikasi bahwa volume melebihi batas dari quota yang terpakai.
- Soft quota digunakan tidak berlaku batas quota namun ketika bats melebihi maka akan memberikan notifikasi.
10. Langkah selanjutnya, buka Server Manager, lalu Tools setelah itu pilih File Server Resource Manager.
11. Jika sudah terbuka, klik Quota Management, kemudian pilih Quota Templates.
12. Bisa mengcopy template yang ada atau mengcreate template baru. lalu kita pilih create quota template.
13. Kemudian isikan Template name sesuai yang diinginkan dan deskripsikan (boleh diisi atau tidak). untuk space limit isi sesuai keinginan kalian dan type satuannya bisa KB, MB, GB, TB.
13. Pada bagian ini untuk notifikasi klik Add untuk menambahkan notifikasi yang terdiri dari E-mail, Event log, Command, Report. kemudian ceklist E-mail untuk administrator dan untuk user ketika melebihi quota yang diberikan.
14. Nanti akan muncul pop-up notifikasi yang memberikan informasi belum ada SMTP server karena belum diinstal E-mail tersebut. Nanti akan dilanjutkan pembahasannya, Kemudian klik Yes.
15. Lalu klik tab event log, kemudian ceklist send warning event log. untuk memberikan informasi notifikasi melalui event log.
16. Unruk tab Report, pilih sesuai yang diinginkan dengan memberikan ceklist pada Generate report. kemudian pilih report yang diinginkan, misalkan duplicate file, quota, file screen dan lain sebagainya.
17. Setelah itu kita create template baru, maka akan ada penambahan pada Quota Template sesuaikan yang didaftarkan sebelumnya.
18. Lalu masuk ke folder quota, tentukan arah Path yang akan dibuat, kemudian konfigurasi arahkan sesuai template yang dibuat sebelumnya.
19. Akan muncul penambahan quota baru dengan menyesuaikan Source Template yang dibuat.
- Verifikasi
a). langkah pertama kita coba menambahkan satu file, sizenya sekitar 1 GB berarti bahwa ketika file ini ditambahkan maka akan muncul peringatan bahwa file ini sizenya terlalu besar sehinga tidak bisa menerima di folder aplikasi quota. karena memiliki space cuma 100 MB.
b.) Kemudian copy paste file tersebut lalu masukkan di folder quota aplikasi yang tadi dibuat. karena size yang terlalu besar maka akan muncul pop-up yang menyatakan space hardisk tidak memenuhi.
c.) Jika kita ingin menguji dari client maka folder tersebut terlebih dahulu di sharing. klik kanan file tersebut kemudian pilih Properties.
d.) Selanjutnya pilih tab Sharing kemudian pilih advanced sharing dengan mengklik tanda Advanced sharing.
e.) Lalu ceklist Share this folder kemudian klik permission untuk menentukan user yang dapat mengakses folder.
f.) Permission buat quota tersebut klik Add untuk menambahkan user yang mengakses file tersebut.
g.) Klik Advanced lalu cari user dengan mengklik tombol find now pilih user Administrator, lalu klik OK.
h.) Selanjutnya, klik yang Full Control supaya bisa mengedit file.
i.) Kita akan coba akses lewat client windows 10, perlu diperhatikan bahwa firewall harus dimatikan terlebih dahulu, arahkan dns client ke windows server setting ip client satu network dengan server.
k.) Folder yang di sharing akan muncul pada client dengan nama Quota Aplikasi. kita coba mengcreate file tersebut.
i.) Mengcreate satu folder dengan nama yang kalian inginkan.
- Konfigurasi Screen
Langkah-langkah konfigurasi :
1.) Buka FSRM kemudian klik File Screening Management pilih File Groups, dengan cara klik kanan file tersebut dengan memilih Create File Group.
2.) Mengcreate file group yang akan di sreening. pada file group isikan Test aplikasi screening untuk nama filenya. sedangkan isis file sreening kita isikan file include dan exclude. file tidak boleh yakni file berektensi *.EXE dan file yang Excluded dengan file yang berextensi *.TXT.
3.) file groups yang sudah dibuat dapat dilihat pada pop-up ini.
4.) Jika file group sudah terbuat maka akan kita masuk pada File Screen Templates untuk mengcreate template baru.
5.) Lalu isikan name sesuai dengan yang kalian inginkan kemudian screening type pilih Active Screenig. lalu file tersebut blok pilih sesuai group yang didaftarkan pada sebelumnya.
6.) Pada tab Event log beri tanda ceklist pada Send warning to event log untuk memberikan informasi pada log diserver bahwa file tersebut akan diberi warning.
7.) File screen yang baru dibuat dapat dilihat dibawah ini.
8.) Selanjutnya menambahkan file screen untuk proses pengecekan type file. pada File Screening klik kanan file tersebut kemudian pilih Create File Screen.
9.) Menentukan file path sebagai tempat screening. browser folder tempat screening tentukan properties file screening.
10.) File screening yang dudah dibuat dapat dicek pada pop-up berikut ini.
Verfikasi
Tahapan verifikasi berikut :
a.) Verifikasi dapat di uji diclient maupun diserver. tidak bisa masuk dalam folder yang menambahkan file yang berextensi *.exe. dibutuhkan permession untuk bisa memasukkan file kedalam file screen.
b.) File yang di izinkan dalam hal ini yang berektensi *.txt dapat diterima folder tersebut. nisa di cek pada gambar ini.
c.) Bila dicek pada Server Manager lalu pilih tan Tools kemudian pilih Event Viewer. jika file event viewer sudah dibuka pilih Windows log kemudian buka Application lalu cari warning FSRM.
Pada windows server 2012 ada Storage Report Management, setiap report data yang ada dalam satu komputer perlu kita ketauhifile mana saja yang memenuhi kapasitas suatu hardisk.laporan dapat membantu administrator.
1.) Buka Storaage Report Management, lalu klik Generate Report Now.
2.) Pada storage report task pilih report yang diinginkan contoh file screening, large file dan quota usage kemudian file format yang diinginkan dalam bentuk HTML.
3.) Pada tab scope tentukan drive mana yang dijadikan report. contoh drive C.
4.)Setelah itu klik OK, akan muncul generate report dengan memilih wait for report tobe generate.
5.) Report keseluruhan data akan dimunculkan, namun kita coba data yang large file.
6.) File yang berupa file terbesar akan dimunculkan seperti dibawah ini.
File Management Task
Berfungsi untuk mengontrol data yang terdapat pada hardisk, jika data tersebut sudah lama atau tidak bisa digunakan lagi dengan FSRM bisa mengontrol dan mengaktifkan event log pada server. sehingga dapat membantu administrator manage data tersebut.
1.) Buka File Server Resource Manager, lalu klik File Management Tasks pada tab action pilih Create File Managemnt Task.
2.) Setelah pilih Create File Management Tasks pada saat tab General lalu isikan Task name sesuai keinginan kalian misalkan Document download. begitu juga deskripsi file.
3.) Tab scope lalu klik Add untuk menambahkan folder yang dijadikan sebagai file yang akan dimanage. Letakkan path tersebut sesuai data yg diinginkan misal C:\User\Administrator\Download. jadi setiap file yang didownload akan dimanage sesuai dengan schedule.
4.) bagian tab action type file ada 3 yaitui file expiration, custum, RMS encription. Pilih type file expiration, kemudian klik browser lalu ketakkan tempat penyediaan file expired yang dihapus. Disini file data dari folder download sebelum dihapus bisa di buat satu Pada folder dengan nama file expired.
5.) Selanjutnya klik tab Notification, lalu klik Add untuk menambahkan satu notifikasi pada saat proses pengiriman file. Event log secara default 15 bisa kita ubah menjadi 0 supaya data bisa diproses secepatnya.
6.)File notification sudah diaktifkan kemudian masuk pada tab report. Tab Report ini berfungsi memberikan laporan dalam bentuk html, csv, txt dsb pilih HTML.
7.) Pada bagian tab Condition ceklis hari pada saat di create, dimodifikasi, diakses start awal mulai dari 0 sehingga data dapat diproses lebih mudah.
8.) Langkah selanjutnya masuk pada tab schedule untuk menentukan file tersebut digunakan boleh mingguan/bulanan. hal ini kita pilih setiap jam 13.00 wib pada hari rabu dilakukan proses pengecekan data expired.
9.) Data dokument yang sudah diisi dapat di cek pada scope. klik kanan pada file tersebut.
10.) Data file pada folder download seperti pop-up di bawah ini terdiri dari 8 file.
Verifikasi
Tahapan verifikasi berikut ini :
1.) dengan mengklik kanan file yang sudah ada pada management tasks kemudian pilih Run File Management Task Now atau bisa juga pada tab action pilih Run File Management Tasks Now.
1.) dengan mengklik kanan file yang sudah ada pada management tasks kemudian pilih Run File Management Task Now atau bisa juga pada tab action pilih Run File Management Tasks Now.
2.) Muncul pop-up, lalu pilih Wait for the task to complate. berarti proses perpindahan data expired dilakukan tanpa menunggu sesuai schedule.
3.) Proses File running task sedang berlangsung tunggu sampai proses selesai.
4.) Secara otomatis muncul laporan bentuk HTML berisi 8 file tadi yang berada dalam folder download.
5.) Kita cek data pada drive D tempat path penyimpanan data expired., bisa juga dicek pada folder download dan hasilnya pasti kosong.
6.) Untuk Event log dapat dilihat pada Event viewer setelah itu pilih application lalu cari file warning seperti gambar berikut ini.
































































Komentar
Posting Komentar