Mengkonfigurasi Control Panel Hosting

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Disini saya ingin melanjutkan materi, pada pertemuan kali ini saya akan membahas tentang Control Panel Hosting. Apa itu Control Panel Hosting?? pasti masih pada bingung yaa...saya akan menjelaskan di blog saya, supaya kalian paham. Sebelum ke cara konfigurasinya kita harus tau apa yang dimaksud dari materinya. Mari kita bahas yaa...


Control Panel Hosting adalah sebuah aplikasi yang dapat dijalankan melalui browser. Control Panel Hosting ini berfungsi untuk mengatur hosting, seperti membuat atau mengelola database, menginstal website, membuat email, membuat sub domain atau add on domain, dan banyak fungsi lainnya.


Jenis-jenis Control Panel Hosting ada 15 beserta penjelasannya, yakni :
1. WHM/cPanel (berbayar)
    adalah web hosting control panel yang paling populer di dunia. fasilitas ini memudahkan pemilik account hosting untuk mengatur seluruh fasilitas web hosting yang dimilikinya.

2. Webuzo (berbayar & gratis) 
    Webuzo sendiri juga dapa dijadikan salah satuTips memilih Control Panel Untuk Hosting dikarenakan webuzo adalah produk dari softaculous, fiturnya tidak jauh berbeda. webuzo memiliki script auto install. Kekurangan dawi webuzo adalah tidak semua fitur siap digunakan, harus kalian instal satu-persatu tidak mendukung dns cluster.

3. Plesk (berbayar) 
    merupakan kontrol panel hosting berbayar yang tersedia untuk digunakan pada sistem operasi Linux, FreeBSD dan juga Windows, panel ini juga sangat mudah digunakan dalam mengadministrasi sebuah server VPS, tetapi kekurangan dari kontrol panel ini dibandingkan dengan kontrol panel lainya adalah dari segi kecepatannya, hal ini dipengaruhi oleh banyak fitur yang disediakan pada kontrol panel Plesk. Plesk juga bisa digunakan untuk menampung file - file situs yang berbeda nama domainnya dengan cara menggunakan fitur virtual host.

4. DirectAdmin
    DirectAdmin adalah control panel web hosting berbasis web yang dirancang untuk mengelola website lebih murah. DirectAdmin bisa diinstall dibeberapa variant linux seperti Red Hat,Fedora Core, dll.

5. VestaCP (gratis)
    VestaCP adalah aplikasi open source web hosting control panel yang secara default memungkinkan untuk meng-host dan mengelola website dengan mudah pada VPS. Aplikasi ini sangat mendukung untuk bahasa Indonesia. Kekurangan dari VestaCP adalah admin tidak bisa jump langsung ke user.

6. Spanel (berbayar)
Menawarkan layanan hosting dengan server berbasis panel kontrol lain seperti cPanel dan Plesk, masterweb hingga kini masih aktif juga menggunakan Spanel untuk server-server hostingnya maupun banayk server internal/publik lainnya.

7. Kloxo/Kloxo MR (gratis)
    Kekurangan dari KloxoMR adalah banyaknya bugs,autofix yang tidak memperbaiki sebagaimana mestinya.

8. Webmin (gratis)
    Control panel berbasis web untuk administrasi sistem untuk Unix. Kalian dapat melakukan setup Apache, DNS, file sharing dan masih banyak lagi.

9. Anjeti (gratis)
Control panel berbasis web yang bersifat open source. Anjeti sangat cocok digunakan di VPS maupun dedicated server.

10. Zpanel
    Zpanel juga merupakan salah satu panel hosting gratis ( Sekarang berbayar ) yang dapat digunakan untuk VPS Linux, Panel web hosting ini terbilang cukup lengkap dan juga mudah sekali digunakan. Tampilannya yang sangat simple menjadikan panel web hosting ini banyak sekali digunakan oleh banyak web master di seluruh dunia. Selain itu untuk menjalankan panel web hosting ini hanya dibutuhkan memori RAM sekitar 50Mb sampai dengan 80 Mb saja. jadi cukup ringan sekali.

11. ISPconfig
    ISP Config adalah salah satu panel hosting yang bisa didapatkan dengan gratis. Panel VPS Linux yang satu ini sudah termasuk antara lain Apache, FTP, SQL, BIND DNS, Database dan Virtual Server, ISP Config juga mendukung aplikasi web server Nginx. Selain itu panel VPS Linux ini juga dilengkapi dengan fitur multilinguage. Apabila sobat komputer mempunyai VPS dengan sistem operasi Linux seperti Debian, Open Suse, Ubuntu, CentOS dan Fedora, Panel web hosting ini bisa menjadikan pilihan yang tepat.

12. OpenPanel
    Aplikasi ini merupakan platfrom terbuka dimana pengguna atau pengembang lainnya dapat merealisasikan idealnya dengan mudah diatas OpenPanel. Keunggulan dari Open source adalah termasuk antarmuka yang moderen dan bersih yang dibangun secara modular dan terbuka.

13. EHCP
    Easy Hosting Control Panel merupakan panel VPS open source yang memiliki fitur tidak kalah lengkap dengan panel VPS diatas. Dan perlu diketahui bahwa EHCP merupakan panel web hosting yang pertama kali ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP. Beberapa fitur seperti Multi-server Dan Multi-MySQL, Auto install scripts, Automated backup/restore dan beberapa fitur lainya melengkapi panel hosting yang satu ini.

14. ispCP
ISCP Omega Panel mungkin kedengaran asing bagi kalian. sebenarnya fungsi keduanya sama saja tetap mengarahkan pada yang sama di mana web yang kita taruh, hanya manajemennya yang berbeda.

15. VHCS
VHCS memberikan lengkap otomatisasi hosting yang alat dengan menawarkan keamanan yang signifikan, biaya total-of-kepemilikan , dan keuntungan kinerja lebih bersaing solusi komersial.


Yukk kita mulai saja konfigurasnya. Berikut ini langkah-langkah konfigurasi Control Panel Hosting.
  • Control Panel Hosting Menggunakan Zpanel
Jika kalian belum download  ZPanel, download lah terlebih dahulu Microsoft Visual Studio Runtime di situs http://www.zpanelcp.com/download. Selain itu, dowload lah juga Zpanel Server Stack dan Zpanel Installer. Mulai lah lakukan Proses Instalasi Microsoft Studio Runtime, Zpanel Server Stack, dan Zpanel Installer.


  • Instalasi Microsoft Studio Runtime

~ Langkah pertama, jalankan aplikasi ini di Virtualbox ya kawan-kawan dengan cara double click pada zpanel_vcredist_64.exe. Klik Run untuk memulai instalasi.

Jika sudah kalian klik Run, akan muncul welcome to zpanel installer 64 bit setup wizard. Disini kalian klik Next saja.

~ Kalian klik Install untuk memulai instalasi zpanel 64 bit.

~ Pada langkah ini kalian tunggu sampai proses instalasinya selesai.

~ Setelah selesai akan mucul tampilan jika sudah selesai proses instalasinya seperti gambar dibawah ini.



  • Instalasi Zpanel Server Stack
~ Caranya sama seperti tadi, kalian double klik pada aplikasi yang sebelumnya sudah kita download. Lalu klik Run untuk memulai proses

~ Setelah mengklik Run, akan muncul Welcome to the Zpanel Server Stack Setup wizard. Disini kalian bisa klik Next saja.

~ Kalian klik Install untuk  memulai instalasi pada Zpanel Server Stack.

~ Selanjutnya, kalian tunggu proses instalasinya.

~ Proses instalasi akan berjalan, kemudian beberapa saat akan muncul windows feature netframework 3.5. Disini klik Close saja.

~ Jika sudah selesai proses instalasi Zpanel Server Stack, lalu klik Finish.




  • Instalasi Zpanel Installer
~ Double click pada aplikasi yang sudah kita download sebelumnya. Klik Run untuk memulai proses instalasinya

~ Beberapa saat kemudian akan muncul Welcome to the ZpanelX Wizard. Disini kalian bisa langsung klik Next saja.

~ Tampilan selanjutnya klik I Accept the agreement kemudian kalian pilih Next.

~ Setelah itu kalian klik Install, untuk menginstal ZPanel.

~ Selanjutnya, kalian tunggu proses instalasinya sampai selesai.

~ Kalian tunggu dulu, nanti akan ada perintah untuk mengisikan Fullname dan Email Address yang akan didaftarkan nantinya pada saat login Zpanel.

~ Selanjutnya isikan domain yang akan didaftarkan pada server dan password yang kalian inginkan.

~ Pada langkah selanjutnya, akan muncul tulisan Press any key to continue. Tekan tombol apapun pada keyboard untuk melanjutkan instalasi.

~ Jika proses instalasi sudah selesai, klik Finish


  • Konfigurasi ZPanel
~ Apabila sudah selesai menginstal zpanel, langkah berikutnya kita coba login ke Zpanel. Pada address bar masukkan nama domain. Kemudian isikan username dan password yang sudah didaftarkan sebelumnya. Login default zpanel adalah zadmin.

~ Tampilan awal dari zpanel dapat kalian lihat gambar dibawah ini. Berikutnya  kita bisa konfigurasi zpanel sesuai dengan yang kita inginkan.

~ Langsung saja kita mulai langkah konfigurasinya dengan mengcreate ftp account. Caranya kalian lihat di bagian atas klik File lalu kaliaLalu kalian Isi pada bagian username dan paswordnya. Kemudian account type pilih Full access. Pada Home Directory klik Set Master Home Directory, kemudian pilih yang kedua yakni public_html. Selanjutnya Use Domain Directory pilihlah root. Jika sudah klik Create.
Full Access

~ Selain menggunakan account type Full Access, kalian bisa juga account type menggunakan Read dan Write. Untuk Read kalian hanya tinggal mengganti Account type nya menjadi read. Sedangkan untuk write kalian bisa menggantinya menjadi write. Jika kalian masih bingung kalian bisa lihat gambar dibawah ini.
Write-Only
Read-Only

~ Jika sudah berhasil nantinya akan membuat satu user ftp account. Bisa kalian lihat gambar dibawah ini, maksimal account yang bisa kita buat yaitu 10 account.


  • Verifikasi Menggunakan Web Browser
~ Langkah pertama buka aplikasi browser, kemudian ketikkan alamat ftp tersebut seperti ini contohnya ftp://zpanel.sawa.web.id. Masukkan username dan password yang sudah kita buat sebelumnya. Jika sudah klik Sign in.


~ Jika sudah login, maka tampilannya akan seperti pada gambar dibawah ini. Jika di layar kalian hanya tulsan Index of/, hal ini dikarenakan belum ada file apa-apa atau dengan atau lain file nya masih kosong. Saat kalian sudah membuat file atau folder, akan terlihat pada tampilan nya seperti gambar di bawah ini.

~ Tahap selanjutnya kita verifikasi menggunakan folder. Ketikkan alamat ftp tersebut, isikan username dan password, kemudian klik log on.

~ Kalian bisa mencoba mengcreate folder untuk membuktikan account tersebut memiliki account type full access. Jika account type nya adalah read, maka sudah pasti kita tidak bisa membuat folder tapi kita bisa membaca isi file yang ada. Jika accout type nya adalah write kita bisa membuat membuat folder atau memasukkan file kedalam folder tetapi kita tidak bisa mengakses atau melihat isi file.

  • Verifikasi menggunakan CMD
~ Pertama buka command prompt lalu ketikkan alamat FTP yang sudah terdaftar pada zpanel contohnya : ftp zpanel.salwa.web.id. Masukkan username dan password. Lalu create satu folder lewat cmd.


Control Panel Hosting Menggunakan Plesk
  • Instalasi Plesk Windows Installer beserta Konfigurasinya 
~ Download lah plesk installer. Untuk mendownloadnya kalian bisa membuka situ www.plesk.com lalu pilih TRY FOR FREE. Batas wantu penggunaan adalah 15 hari (versi trial). Selanjutnya kita akan diarahkan ke situs https://page.plesk.com/plesk-onyx-free-download. Scroll ke bawah dan carilah plesk windows installer. Kemudian kliklah download Windows Installer.

~ Untuk menjalankan aplikasi yang sudah kita download, double klik pada plesk-installer.exe. Kemudain klik Run untuk memulai proses instalasi.

~ Beberapa saat kemudian secara otomatis akan muncul jendela command prompt. Web interface pada plesk sudah dimulai dengan nama situs http://localhost:8447. Secara otomatis kita akan diarahkan ke web browser dengan alamat htttp://localhost.:8447/. Masukkanlah password yang terdapat pada server dengan login Administrator dan passwordnya. Jika sudah klik log in.
Command prompt

Web browser

~ Untuk memulai aplikasi apa saja yang akan diinstall, pilih Install or Upgrade Product

~ Berikan ceklis pada plesk dan instal versi yang tersedia. Jika sudak klik Continue

~ Proses download akan berjalan seperti dibawah ini.

~ Ada 3 type instalasi dari plesk yaitu Recommended, Full, dan Custom. Kali ini saya menggunakan Recommended karena yang disarankan lebih mudah dan berhubung paket yang diinstall itu banyak. Untuk instalasi kita juga membutuhkan internet yang cepat dan stabil, jika tidak ya nanti akan gagal dan ulang-ulang terus. Berikan centang pada Preview compenents selection kemudian klik continue.

~ Status Component bisa kita pilih. Tanda hijau berarti untuk install, sedangkan tanda merah berarti tidak untuk diinstal, dan tanda seru biru berarti update. Scroll kebawah kemudian klik Continue


~ Spesifikasi path default akan diletakkan pada drive C:\ProgramFiles(x86)\Plesk, sedangkan content webnya terletak di C:\Inetpub\whosts. Selanjutnya kalian isikan password yang dari server dan klik Continue.

~ Tampila ini adalah proses instalasi, ini membutuhkan koneksi internet yang tinggi. Jika tidak ya nanti akan gagal dan ulang-ulang terus, Disini kalian harus menunggu beberapa waktu yang sangat lama. Jika ada paket yang belum terinstall klik Update.
Loading Plesk

Setelah di download

~ Setelah selesai menginstall, kita login dengan menggunakan ip server kalian. Ketikkan pada web misalnya: https://172.16.29.5:8443. Lalu pilih Advanced, kemudian kalian klik yang Proceed to 172.16.29.5
Tampilan Web

Tampilan Web

~ Akan muncul tampilan ini, lalu masukkan username dan password untuk bagian Interface language kalian pilih yang English(United States) yang sudah didaftarkan kemudian klik log in.

~ Isikan beberapa data yang diperlukan seperti email, password, dan tipe lisensi. Ceklis konfirmasi yang ada pada Aggrement plesk. Kemudian klik Enter Plesk

~ Tunggulah beberapa menit hingga proses instalasi selesai

~ Berikut ini adalah tampilan awal dari plesk yang akan terlihat seperti pada gambar ini.

~ Selanjutnya klik pada Add domain untuk menambahkan satu domain pada plesk. Isikan nama domain yang kalian inginkan, kemudian isikan username dan passwordnya, lalu klik OK

~ Satu domain sudah berhasil ditambahkan dengan nama salwa.net berarti kalian sudah berhasil membuat satu domain.
Tampilan Plesk









Yeayyy sudah selesai kawan pembahasan kali ini...
Sampai bertemu lagi pada materi berikutnya
Semoga bermanfaat :)
Bye-bye~~ 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengkonfigurasi File Server

Cara Konfigurasi WPE dan WPA pada MikroTik Router